12.12.11

Super!

"Pasar persaingan sempurna itu ibarat matahari. Kita tidak akan pernah bisa menuju kesana, tapi kita butuh cahayanya untuk menuju arah yang benar." - Papa (2011).

28.11.11

" Tak mau memberimu tanya, jika hidupmu memang lebih tentram tanpa itu. Semoga kau bahagia dalam kesunyian kata-kataku..."

27.11.11

Blog metamorphosis.



New theme! Yayyy!
Karena udah bosen sama theme lama yang kesannya simple banget, malem ini gue iseng-iseng aja ganti header sama icon-iconnya dikit. Hehe. Lumayan, at least i've got something new to look at. Itu pun dari foto lama yang diedit asal-asalan, dan gue pikir sih lumayan buat dipajang disitu. Muekeke. Postingan ini juga iseng, tadinya mau ngebandingin theme yang ini sama yang sebelum-sebelumnya, tapi apa daya file captured dari theme yang lama entah lenyap kemana. Always been like this -_-

Goodnite people, have a good rest <3


Libya era Muammar Khaddafi ; sedikit cerita.

Copas-an dari seorang teman lewat e-mail.

==============================

Cerahkan wawasan Anda! :)

Kebenaran tentang Libya era Muammar Khaddafi:

==============================

Pertama: Tidak ada tagihan listrik di Libya, listrik gratis bagi semua warganya.

Kedua: Tidak ada bunga pinjaman, bank-bank di Libya milik negara dan pinjaman diberikan kepada semua warga negaranya di bunga 0%.

Ketiga, Rumah dianggap sebagai hak dasar penduduk di Libya -Khaddafi bersumpah bahwa orang tuanya tidak akan mendapatkan rumah di Libya sampai semua orang punya rumah. Ayah Khaddafi telah meninggal ketika dia, istrinya dan ibunya masih tinggal di tenda.

Keempat:  Semua Pengantin baru di Libya menerima $ 60.000 (US $ 50.000) dari pemerintah yang digunakan membeli apartemen pertama mereka untuk membantu dengan memulai keluarga.

Kelima: Pendidikan dan perawatan medis bebas biaya di Libya. Sebelum Khaddafi hanya 25% dari Libya yang melek huruf. Hari ini angka adalah 83%.

Keenam: Jika Libya ingin berkarya dalam di bidang perkebunan, mereka akan menerima lahan pertanian, dan rumah pertanian, peralatan, bibit dan ternak untuk memulai peternakan mereka - semuanya gratis.

Ketujuh: Jika Libya tidak dapat menemukan fasilitas pendidikan atau kesehatan yang mereka butuhkan di Libya, dana pemerintah diberikan kepada mereka untuk pergi ke luar negeri untuk itu - tidak hanya bebas, tetapi mereka mendapatkan akomodasi US $ 2,300 / MTH dan tunjangan mobil.

Kedelapan: Di Libya, jika Libya membeli mobil, pemerintah memberikan subsidi 50% dari harga.

Kesembilan: Harga bensin di Libya adalah $ 0.14 per liter.

Kesepuluh: Libya tidak memiliki utang luar negeri dan jumlah cadangan sampai $ 150 miliar - sekarang sedang dibekukan secara global oleh negaraimperialis.

Kesebelas: Jika Libya tidak mampu mendapatkan pekerjaan setelah lulus, negara akan membayar rata-rata gaji profesi sebagaimana jika ia digunakan sampai lapangan kerja ditemukan.

Keduabelas: Sebagian dari penjualan minyak Libya adalah, dikreditkan langsung ke rekening bank dari semua warga Libya.

Ketigabelas: Seorang ibu yang melahirkan seorang anak menerima US $5,000

==============================
Sekarang pemberontak yang disusupi oleh Nato sudah menguasai Libya. Mereka dibuat membunuh saudara-saudaranya sendiri, mereka diperalat oleh asing agar asing dapat dengan mudah menduduki tanah kaya minyak tersebut. Mereka berperang dengan mengucap "Allahu Akbar!!", tapi mereka membunuh saudaranya sendiri. Mereka dipersenjatai oleh asing, preman-preman jalanan diberi berbagai senjata untuk merampok negerinya dan membunuh pemimpinnya sendiri. Wallahu'alam, hanya Alah yang Maha Tahu akan segala kebenaran dimuka bumi ini. Manusia hanya bisa menerka, tapi segala kepastian hanyalah milik-Nya.

26.11.11

Moga Bunda Disayang Allah


Satu lagi novel yang bisa membuat saya banjir air mata. Keindahan bahasanya mampu mengantarkan imajinasi saya meraskan perasaan tokoh-tokohnya. Membuka harapan, meyakinkan kalau celah untuk mengucap syukur itu pasti ada. Tuhan Maha Adil, kita manusia lah yang belum mampu menemukan titik keadilan tersebut.



Karang adalah anak yatim piatu yang dulunya tinggal di sebuah rumah singgah yang diasuh oleh Ibu Gendut beserta Almarhum suaminya. Karang tumbuh menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan, serta sangat mencintai anak-anak. Setelah keluar dari rumah singgah, Karang beserta teman-temannya aktif dalam bidang sosial terutama dalam mengajar anak-anak baik yang mampu maupun tidak. Berbagai Taman Bacaan telah mereka dirikan, dan Karang pun dikenal sebagai sesosok malaikat yang selalu dapat membuat tiap anak-anak senang. Ia mampu memahami mereka sebagaimana ia memahami dirinya sendiri. Dengan kehadiranya saja anak-anak bisa tertawa, dengan sentuhannya saja anak yang tadinya menangis bisa diam dan kembali tentram.

Namun suatu kecelakaan telah merubah segalanya. Ketika sedang berwisata air dengan anak-anak didiknya,  cuaca buruk datang, kapal yang mereka tumpangi pun tidak mampu melawan kerasnya ombak di lautan. Kecelakaan tidak dapat dihindarkan, akibatnya 18 anak tidak bisa tertolong, termasuk Qintan, anak yang sangat disayangi Karang. Qintan meninggal dalam pelukan Karang, dan kenangan ini sangat memukul dirinya. Meski bebas dari jeratan hukum sebagai orang yang bertanggung jawab akan kecelakaan tersebut, Karang tidak mampu memaafkan dirinya sendiri. Selama tiga tahun ia menghukum dirinya dengan mengurung diri, berubah menjadi seorang yang sarkastik, mengucilkan diri dari kehidupan sosial, dan bahkan mengkonsumsi minuman keras agar dapat melupakan kesedihannya. Ia kembali tinggal bersama Ibu Gendut di rumah singgah, dan setiap hari kerjaannya hanya mabuk serta memaki sana-sini. Ia selalu dihantui oleh mimpi buruk mengenai kejadian tiga tahun lalu disetiap malam tidurnya... Dan menolak untuk membahas masa lalunya dengan siapapun.

Hingga suatu saat ketika ia menerima surat dan salah satu orang ternama di pulau itu, orang kaya yang memiliki anak tunggal bernama Melati yang berusia enam tahun. Bunda, panggilan ibu Melati, meminta Karang untuk membantu Melati yang ternyata selain buta, juga tuli semenjak kejadian tiga tahun lalu ketika kepalanya terkena pukulan Frisbee ketika mereka sekeluarga tengah berlibur ke pantai. Keterbatasan Melati membuatnya tidak mempunyai akses untuk belajar dan merasakan dunia luar, sehingga melati sering frustasi dan mengamuk.  Setiap marah ia selalu memecahkan barang-barang. Tim dokter dari segala penjuru dunia sudah coba didatangkan, namun mereka pun menyerah menghadapi Melati. Bunda dan Ayah Melati selalu berdoa dan mencoba segala cara untuk menyembuhkannya, tapi hasilnya selalu nihil. Melati sebenarnya anak yang lucu, baik dan sangat menggemaskan... Hingga kejadian mengerikan itu merenggut senyumnya, merubah seluruh tabiat Melati menjadi anak yang sangat menyedihkan. Melati tidak mampu melakukan apa-apa, karena memang ita tidak bisa untuk mempelajarinya. Ia tak bisa mendengar, juga tak bisa melihat, yang otomatis membuatnya menjadi bisu pula. Bunda selalu mencari cara agar bocah kecilnya bisa kembali ceria seperti dulu kala. Selayaknya seorang ibu, ia sangat menyayangi putri kecinya itu, dan selalu berusaha dan berdoa kepada Allah untuk kemajuan putrinya.

Karang awalnya tidak tertarik untuk membantu Melati, namun setelah dibujuk sana-sini, ia akhirnya mau datang melihat keadaan Melati. Dan setelah melihat bocah kecil yang lugu itu... Perasaan ingin membantunya timbul. Semangatnya untuk anak-anak yang selama tiga tahun ini hilang, muncul kembali. Akhirnya Karang bertekad ingin membatu Melati, dengan segala cara ia memutar otak mencoba segala cara agar Melati dapat belajar berkomunikasi... dengan segala keterbatasannya.